Gol tunggal di Stadion Utama Gelora Bung Karno dicetak melalui sundulan oleh Cristian El Loco Gonzales. Namun satu gol saja tidak cukup bagi sang pelatih.
“Tentu saja kami senang dengan kemenangan ini, namun tempat di final belum berada di genggaman. Kami harus tetap berhati-hati di laga berikutnya,” ungkap Riedl saat jumpa pers pascapertandingan.
Tactician asal Austria itu kemudian memuji lawannya, yang dinilainya cukup menyulitkan Firman Utina dkk.
“Lawan bermain dengan baik, ditunjang dengan postur tubuh yang bagus, membuat mereka sulit dilawan. Pertahanan mereka juga sangat baik.”
“Tetapi kami layak mendapat kemenangan 1-0 ini. Indonesia bermain lebih aktif selama 90 menit dibanding lawan. Kami juga berhasil meredam permainan bola-bola panjang yang diusung Filipina,” tambahnya.
Riedl mengakui, lawan cukup berhasil meredam karakteristik permainan Indonesia, namun Tim Garuda mampu menjalankan taktik alternatif dengan efektif.
“Kami memang tidak berhasil memainkan permainan pendek cepat, karena mereka sangat rapat. Akhirnya kami mencoba bermain terobosan dengan bola-bola panjang dan cukup berhasil sekali-dua kali.”
“Lagipula, permainan pendek cukup berbahaya kalau dipotong karena mereka punya serangan balik yang cepat,” terangnya.
Mengenai pertandingan berikutnya, Riedl menegaskan pentingnya bermain menyerang dan mencari kemenangan seperti malam ini, meski sudah mengantongi keunggulan satu gol away.
“Kemenangan 1-0 ini belum aman, berbahaya kalau kita hanya mengincar hasil imbang. Kita harus main untuk menang, kita takkan ambil resiko mencari hasil imbang.”
“Kekalahan 1-0 di leg pertama akan membuat mereka tampil lebih menyerang, kami akan memanfaatkan ini untuk mencari ruang kosong di belakang para pemain bertahan mereka dan memberikan serangan balik,”ungkap Riedl.
0 komentar:
Posting Komentar